This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Monday, September 1, 2014

Pertama Kali Nonton Bioskop di XXI Solo Square Itu....?

Hai pemirsa... Mimin lagi gag bisa tidur nih, lagi banyak pikiran, huhuhu... (cie.. curcol). Oh ya, di hari pertama bulan September ini bertepatan dengan hari Senin pemirsa (apa hubungannya coba??). Meskipun ini hari Senin tak menjadi halangan dan rintangan bagi kita untuk bisa jalan-jalan asyeekkk... Mumpung si Shary lagi cuti, jadi kita memutuskan jalan-jalan ke Solo nonton bioskop XXI Solo Square.




Sebenernya mimin malu mengakuinya pemirsa, tapi jujur ini adalah kali pertama mimin nonton bioskop wkwkwkwk.... (kampungan). Kita berangkat dari Klaten ke Solo naik kereta Pramex jam 11.04 WIB. Dan sekali lagi pemirsa, FYI ini adalah pengalaman mimin naik kereta pertama kali juga wkwkwkk.... (beneran kampungan). Haduhh... pokoknya cupu banget deh miminnya... Tapi yang penting kan gag malu-maluin, hehehe...

Perjalanan dari stasiun Klaten ke stasiun Purwosari Solo memakan waktu sekitar 30 menit. Turun dari kereta kita lebingungan nyari arah Solo Square hahah... Nanya ke tukang becak dari stasiun Purwosari ke Solo Square tarifnya Rp 10.000. Wah... kemahalan, Pak! Akhirnya dengan insting kita pun memutuskan untuk naik Batik Trans Solo (BTS) yang tarifnya cuma Rp 3.000 saja. Halte BTS ini gag jauh dari stasiun Purwosari kog pemirsa, tinggal nyebrang aja. 
suasana XXI Solo Square
Finally, sampailah kita di Solo Square. Bioskop XXI nya ada di lantai 3, jadi kita langsung naik deh. Film hari ini biasa-biasa aja sih menurut mimin, gag ada yang mimin pengen nonton banget. Yaudah akhirnya kita nonton film action "LUCY". Harga tiket bioskop XXI hari Senin-Kamis Rp 25.000. Kalo mimin sih gratis soalnya dibayarin sama Shari hahah... (Thankyou dear...) Kita milih duduk di tengah-tengah, row F. Oh ya, bagi pemirsa sekalian yang baru pertama kali nonton bioskop, mimin saranin pilihlah tempat duduk yang agak belakang, karena layar bioskopnya tuh gede bingitt.. jadi kalo nonton ditengah gag nyaman banget. Apalagi di depan, ooh noo.. gag recomended bingit. 
tiket bioskop
Nonton bioskop gag lengkap rasanya tanpa popcorn. Karena alasan klasik itulah, si Shary ngajakin beli popcorn. Dan tau gag pemirsa, berapa harganya popcorn-nya?? Mahal bingit Rp 28.000 untuk popcorn rasa karamel ukuran medium. Haduh gubrakk deh... Mending buat nonton film lagi ya, hahahha.... Yaudah karna film "LUCY" mulai jam 12.30 WIB kita langsung menuju ke theater 2, cusss...
nih penampakan popcorn seharga tiket bioskop hahaha
Sedikit sinopsis film "LUCY", ceritanya seorang cewe bernama Lucy ditipu teman kencannya namanya Richard untuk memberikan sebuah koper pada Mr.Jang (orang Korea). Ternyata, isi koper itu adalah narkoba jenis terbaru dan Lucy dijadikan alat untuk menyembunyikan narkoba tersebut di dalam perutnya. Singkat cerita, narkoba yang ditanam di perut Lucy bocor dan membuat dia menjadi manusia yang super cerdas dan bisa mengendalikan segala sesuatu bak penyihir. Yah gitu deh ceritanya hahaha... Nonton film ini lumayan seru sih, karena bahasanya campur-campun Inggris, Korea, Jerman.

Abis nonton film, kita bingung nyari mushola di Solo Square. Setelah muter-muter sampe 2x, ternyata mushollanya ada di lantai 2 dekat tempat parkir, hahah... Ampun dehh... Selesai sholat kita makan soto di samping Solo Square, murah bingit loh pemirsa. Untuk seporsi soto sapi, es jeruk, dan tahu goreng 2 harganya cuma Rp 7.000 saja... heheh... Yawis  karna hari sudah menjelang sore kita akhirnya pulang ke Klaten naik bis. Bye Solo... See you soon...

Thursday, August 14, 2014

Wisata Alam Selo, Boyolali - Menikmati Indahnya Gunung Merapi dan Merbabu


Hai apa kabar pemirsahh... Kemarin mimin sempet jalan-jalan lagi nih ke salah satu tempat wisata alam Indonesia, yaitu di daerah Selo, Boyolali, Jawa Tengah. Mimin seneng banget akhirnya kesampean juga bisa mengunjungi tempat indah yang satu ini bersama my special one. Hari itu adalah hari Minggu dan cuaca cerah (cie, berasa mau cerita apaan haha). Si ayang naik kereta dari Solo nyampe Klaten sekitar jam 10 an gitu lah. Kita berdua (cie) pun langsung cuzz ke Boyolali.
Perjalanan dari kota Klaten sampai Boyolali sekitar emm... lupa hehe.. Kayaknya sih 1 jam-an deh soalnya menuju lokasi tuh muacett puoolll.... Udah berasa kayak di Jakarta aja, huhuu... Menuju daerah Selo pemandangan gunung Merapi dan Merbabu yang indah menyapa... Oohh, begitu indah alam ciptaan Tuhan... Sayangnya mimin gag sempet moto-moto soalnya si ayang tuh rempong kalo brenti-brenti. 
gunung Merapi kayak gunung salju heheh
keren swear...!
Tau gag sih pemirsahhh... mimin agak kesel juga kemarin tuh. Kan perjalanan udah jauh ya, mana panas, macet pula. Ehh... si ayang cuma brenti bentar jadi gag sempet poto-poto dan menikmati pemandangan pegunungan yang eksotis. Gag ada 10 menit kita brentinya abis itu melanjutkan perjalanan pulang. Haduuuhh.... sayang banget kan gag bisa narsis lebih lama huhuhu... Jadi kita tuh cuma numpang lewat doang, bayangkan. Hadeww.... But at least si ayang udah mau motoin mimin walopun cuma 2x dan ditempat yang sama pula, hikz hikz.... Mungkin dia mulai lapar, xixixixi....
hasil jepretan si ayang

Yawis pemirsa... Kita sudahi dulu jalan-jalan kali ini. Jumpa lagi di jalan-jalan gratis selanjutnya yaaa....

Wednesday, July 30, 2014

Air Terjun Luweng Sampang - Wisata Alam Murah di Klaten


Halooo pemirsaa... Duuhh udah lama bingit nih gag posting di blog ini. Padahal kemarin-kemarin mimin sempet jalan-jalan ke banyak tempat, salah satunya ke Air Terjun Luweng Sampang. Tempat wisata Klaten yang satu ini terletak di Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.


Tadinya mimin gag niat mau jalan-jalan, tapi temen mimin yang namanya Tary ngebet banget pengen ditemenin ke Air Terjun Luweng Sampang. Kan rumah mimin di Klaten tuh, ya sekitar 45 menitan kalo ke lokasi. Karna gag tega ngeliat temen mimin yang jauh-jauh berangkat dari Bantul sendirian, yaudah mimin akhirnya gowes juga. Mumpung liburan semester juga sih, hihi...

Untuk menuju lokasi Air Terjun Luweng Sampang, kalo pemirsa dari arah Jogja lebih enak lewat Klaten. Yah walopun lokasinya sendiri ada di perbatasan Kabupaten Gunung Kidul. Mimin gag tau jalan pintasnya ya, soalnya mimin juga baru pertama kali ke tempat wisata Klaten yang unik ini. Nah dari arah Jogja lurus aja ke arah Klaten, sampai ketemu plang "Wedi/Gantiwarno" lalu ikuti petunjuk arah. Sampai di pasar Wedi lurus saja ambil arah ke Jogoprayan. 
narsis duyu... xixixi
Mimin juga sempet muter-muter salah arah sampe ke Kabupaten Gunung Kidul, hahahah.... Dan ternyata jalan yang mimin muter-muter itu adalah jalan yang sama waktu mimin sama ayang kesasar pas mau ke Curug Bayat, wkwkwk.... Kebetulan bingit. Jangan kaget kalo suasana jalannya sangat sepi dan dipenuhi  dengan sawah-sawah tanpa ada rumah. Yang penting sangat tidak disarankan mengunjungi tempat wisata Klaten ini di malam hari karena akan sangat gelap gulita sebab tak ada lampu, hehehe.... Pokoknya kalo merasa ragu tanya aja sama penduduk sekitar, mereka akan dengan senang hati menunjukkan arah ke lokasi Air Terjun Luweng Sampang. 

air terjun kecil
Akhirnya sampai juga mimin ke lokasi. Sempet shock juga sih, abisnya suasananya sepi. Waktu itu cuma mimin sama Tary aja yang berkunjung. Mana gag ada yang jaga parkir pula, cuma ada Mbah juru kunci yang mimin lupa namanya hehe... Tapi tak berapa lama kemudian ada beberapa orang yang dateng buat poto-poto. Air Terjun Luweng Sampang ini sangat unik meskipun tingginya hanya sekitar 5 meter saja. Sayangnya, waktu mimin kesini airnya lagi keruh karena abis ujan kemarinnya, jadi ya gag bisa berenang-renang, hehe... Oh ya, menurut cerita, di air terjun ini pernah dipakai oleh Sunan Kalijaga untuk bertapa. 

hasil jepretan mimin xixixi....

Setelah puas poto-poto dan ngemil, akhirnya mimin and friend memutuskan untuk pulang. Pas mau pulang, Mbah juru kunci cerita (ato lebih tepatnya ceramah) panjang banget tentang asal usul Luweng Sampang. Kalo mimin gag potong pembicaraan mungkin bisa sampe malem dengerin ceramah ceritanya si Mbah. Abis tu mimin kasih uang sukarela trus come back home deehh... Sampai jumpa di wisata murah berikutnya yaa pemirsaahh....



Wednesday, June 11, 2014

Bukit Sidoguro Klaten - Wisata Alam Menarik di Atas Bukit


Bukit Sidoguro Klaten - Hallo pemirsa... Wah lama gag jalan-jalan nih badan pegel semua jadinya, hahah... Weekend kemarin mimin ketemu si ayang, trus bingung mau jalan kemana. Yawis karna hari itu siang dan kita belum makan, akhirnya kita memutuskan cuss ke Rowo Jombor, Jimbung, Klaten. Disini selain bisa makan en mancing, kita juga bisa mampir ke Bukit Sidoguro Klaten, yang cukup menarik untuk dikunjungi.



kira-kira itu rumah siapa ya hahah...
Bukit Sidoguro ini letaknya di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten. Di tempat wisata ini ada panggung pertunjukan yang entah dipake buat apa mimin belum pernah liat juga. Trus ada arena bermain anak-anak yang kurang terawat. Ada juga rumah kecil di atas bukit yang mimin juga heran kenapa tu rumah bisa nangkring disono, hahaha.... Tempat wisata bukit Sidoguro yang katanya tempat rekreasi anak-anak tapi ternyata banyak orang pacaran, hhmmm.... ealah.... Mimin gag termasuk salah satunya lhoo... Kan mimin niatnya cuma mampir hehehe...

hasil jepretan si ayang, muka mimin gag keliatan huhu...

Dari atas bukit kita bisa liat pemandangan yang lumayan indah lho pemirsa. Bagus buat poto-poto heheh.... Mimin gag sempet moto-moto banyak sih disini. Si ayang juga gag mau motoin yang bagus, huhuhu... padahal kan mimin pengen narsis, hikz... 

Lokasi :
Bukit Sidoguro terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.

Retribusi :
Wah mimin lupa nih pemirsa. Kayake Rp 5.000 deh, itu udah sama parkir di warung apungnya. Kalo mampir ke Bukit Sidoguro ntar bayar parkir lagi Rp 2.000 per motor

How to get there?
Kalo dari arah Jogja pas sampai stasiun Klaten ntar ada tugu kecil di tengah-tengah tuh ambil kanan trus lurus aja arah Krakitan, Bayat. Atau kalo bingung tanya aja sama warga arah ke warung apung/Rowo Jombor nanti pasti dijelasin, hehehe...

Yawis pemirsa mimin cuma mampir bentar aja sih disini, keburu laper. Yuk cuss ke warung apung.... dadaaa....

Saturday, May 31, 2014

Air Terjun Curug Indah Tegalrejo - Pesona yang Tersembunyi di Perbatasan Klaten-Gunungkidul


Air Terjun Curug Indah Tegalrejo - Apa kabar pemirsa? Mau jalan-jalan kemana weekend kali ini? Beberapa waktu lalu mimin baca-baca blog kan, liat ada tempat wisata murah yang cukup menarik untuk dikunjungi. Dan tempat itu adalah... jreng jreng jrengg... Air terjun Curug Indah Tegalrejo. Objek wisata alam ini terletak di perbatasan Klaten-Gunungkidul, tepatnya di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Bagaimana perjalanan mimin kali ini? Yuk cekidottt....



kayaknya asik tuh mandi2 disono hehehe...
Berawal dari ngikutin petunjuk dari sebuah blog, mimin langsung cuss dari Klaten sekitar jam 9-an sama si ayang. Karna di blog itu petunjuk arahnya dari Jogja yaudah kita muter-muter gitu sampe satu jam-an lebih gara-gara salah jalan. Padahal ya, ternyata lokasi Curug Indah Tegalrejo tuh deket banget kalo dari Klaten coz deket kecamatan Bayat, ya paling gag seharusnya cuma membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari kota Klaten. Gila gag sih, huhuhu... Karena letaknya di perbatasan Klaten dekat dengan kecamatan Bayat, banyak orang yang menyebutnya "Curug Bayat". Dan parahnya, mimin gag tau kalo itu tuh yang dimaksud Curug Bayat. Haduhh mama sayangeee....

air terjun kecil
Mimin kasian juga sama si ayang nyetirin motor berasa jauuuhh bingit kagak nyampe-nyampe, huhu... Setelah nanya sana sini berkali-kali, akhirnya sampailah kita ke lokasi air terjun Curug Indah Tegalrejo. Disana pengunjungnya banyakan muda-mudi, anak-anak ABG gitu, mimin jadi berasa tuwir hahaha...


bidadari mandi di kali,.,hahhaa...
Lokasi :
Air terjun Curug Indah Tegalrejo terletak di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.

Tiket Masuk:
Katanya sih tarif retribusi Rp 1.500 per orang, tapi waktu itu mimin sama ayang gratis!! Cuma bayar parkir doang Rp 3.000 per motor

How to get there?

Kalo dari arah Jogja mendingan lewat Jalan Jogja-Solo trus ke arah Bayat. Selanjutnya, tanyalah pada penduduk sekitar arah ke Desa Tegalrejo atau SMP 2 Gedangsari. Nah dari situ lokasi udah deket. Tinggal tanya-tanya aja sama warga arah menuju Curug Tegalrejo. 

Yawis pemirsa sekian dulu cerita jalan-jalan mimin. Insyaallah besok lanjut jalan-jalan lagi yaaa. Semoga dikasih kesehatan dan rizki yang melimpah untuk kita semua.. AAMIIN....



NB. Thank you ayang :*


Monday, May 19, 2014

Embung Nglanggeran Yogyakarta - Indahnya Waduk Diatas Gunung Api Purba

Hai pemirsaa.... Ada rencana liburan kemana weekend kali ini? Mungkin postingan mimin kali ini bisa jadi referensi. Beberapa waktu lalu mimin sempat jalan-jalan seru ke Embung Nglanggeran Yogyakarta. Lokasi tepatnya di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Embung buatan yang cantik ini letaknya gag jauh dari Gunung Api Purba yang populer itu. Jadi pemirsa bisa puas jalan-jalan di dua objek wisata dalam satu lokasi. 



Perjalanan kali ini mimin ditemani sama Shary, Devy, and Yenni. Kita berempat langsung cuss dari Klaten naik motor sekitar jam 1an panas-panas gitu. But it doesn't matter yang penting kita bisa jalan-jalan hehehe.... Pemirsa ati-ati ya jalanan di sekitar lokasi tu agak curam en jalannya masih bebatuan gitu. Mimin sempet nyusruk jatuh dari motor pas diboncengin Shary, huhuhu. Untung gag terjun ke jurang, huwaaa... Meskipun lecet-lecet tetep alhamdulillah deh...
pemandangan dari atas bukit 
Oh ya, sedikit cerita nih sebelum dibangun menjadi embung atau waduk dan diresmikan sebagai objek wisata oleh Sultan HB X tanggal 19 Februari 2013 lalu, dulunya tempat ini adalah sebuah bukit yang diberi nama Gunung Gandu. Bukit tersebut lalu dikeruk hingga menjadi waduk tadah hujan agar bisa mengairi kebun buah milik warga sekitar yang luasnya sekitar 20 Ha. Embung ini selain manampung air hujan, juga menampung air dari sumber Sumurup yang letaknya di Gunung Nglanggeran.

penampakan embung dari atas bukit
Emang sih, embung ini gag bisa buat mancing, apalagi mandi. Tapi pemandangannya tetep biyutipul kog pemirsah. Apalagi pas sore hari tuh bisa liat sunset yang eksotis banget buat poto-poto. Mimin sempet kesel banget gara-gara temen-temen mimin tuh narsiiiisss terus gag brenti poto-poto, haduhh. 
nih bonus potonya mimin... xixixi

Lokasi :
Embung Nglanggeran terletak di desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. 

Retribusi :
Untuk bisa masuk ke lokasi Embung Nglanggeran cukup bayar retribusi Rp 5.000 per orang dan parkir motor Rp 2.000 saja. (tarif per Mei 2014).

How to get there?
Untuk menuju lokasi Embung Nglanggeran ini rutenya cukup mudah. Kalo dari arah Jogja/Klaten pas pertigaan sebelum candi Prambanan itu belok ke arah pasar Prambanan trus lurussss aja ngikutin jalan Prambanan-Piyungan atau arah Wonosari. Pokoknya lurus terus ngikutin jalan sampai di Patuk, Kabupaten Gunung Kidul ntar di sebelah kiri jalan ada plang petunjuk arah ke Gunung Api Nglanggeran. Abis itu ikutin jalan kecil yang berkelok-kelok nan sepi sampai ketemu lokasinya.

Kalo mau naik bis bisa juga sih dari Terminal Giwangan naik bus jurusan Jogja-Wonosari. Turunnya di Patuk trus lanjutin naik ojek. Tarifnya kurang tau juga sih hehehe... 

Yawis pemirsa... Sekian dulu ya cerita jalan-jalan seru kita kali ini. See you next....

Wednesday, April 16, 2014

Candi Sari Yogyakarta - Peninggalan Zaman Kerajaan Mataram Kuno


Candi Sari Yogyakarta - Hai hai pemirsa... Gimana kabar hari ini? Sudah ada rencana mau weekend kemana kali ini? Lagi tanggal tua belum gajian? Tenang... Kita masih tetep bisa jalan-jalan meski dengan duit limit, hehehe... Tujuan jalan-jalan gratis kita kali ini adalah ke Candi Sari, Yogyakarta. Mimin kesini sorean pas candinya udah mau tutup hahaha... Cuma nyempetin aja sih daripada dirumah stress... Oh ya, jalan-jalan kali ini mimin cuma berdua sama Shary huhuhu...


letaknya di tengah desa
Candi Sari letaknya tak jauh dari Candi Kalasan atau Bandara Adi Sucipto, tepatnya di Desa Bendan, Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jangan heran ya pemirsa soalnya candi ini letaknya di tengah desa jadi banyak rumah-rumah penduduk. Memasuki areal candi, nanti ada pos satpam trus kita ngisi buku tamu. Oh ya, waktu itu kata pak satpam ada rombongan dari Singapore ato mana gitu lupa berkunjung ke Candi Sari. Wah... 

penampakan candi dari depan
Candi Budha ini merupakan peninggalan zaman Kerajaan Mataram Kuno yang dibangun sekitar abad 8-9. Bagian atas Candi Sari ada 9 stupa yang menyerupai Candi Borobudur. Sedangkan relief yang ada pada dinding candi menyerupai Candi Plaosan. Di bawah masing-masing stupa terdapat ruangan bertingkat yang konon dipakai untuk meditasi para bhiksu. Pada masa lampau Candi Sari merupakan Vihara Budha, yang dipakai sebagai tempat belajar dan berguru bagi para Bhiksu. (source Wikipedia).

ni pintu masuk ruangan candi
Di sekitar halaman candi ada taman yang lumayan asik buat poto-poto dan mimin pun tak mau melewatkan kesempatan ini hahaha.... 

yuk narsis dulu... xixixi

Lokasi : 
Candi Sari terletak di Desa Bendan, Kelurahan Tirtomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. 

Tiket Masuk :
Waktu itu kan mimin datengnya pas udah mau tutup (hampir Maghrib), trus diGRATISin sama pak satpamnya, hehe.... (salah satu trik jalan-jalan gratis). Mungkin kalo hari biasa ditarik retribusi kali ya... Mungkin sekitar Rp 3.000 (mungkin lho yaa...)

How To Get There?
Kalo dari arah Bandara Adi Sucipto lurus aja sekitar 1KM. Sebelum masjid besar kiri jalan (mimin lupa namanya) ada gang, nah masuk aja ke gang itu. Lurus aja ntar mentok candinya udah keliatan kog. 

Yawis pemirsa kita sudahi dulu jalan-jalan kita kali ini yaa... Sampai jumpa lagi di jalan-jalan gratis selanjutnya... Byeee....